
Poto : Pengendara terjebak dilumpur, desa , kecamatan Rawapitu
BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Tak semuanya rupawan wajah itu sama dengan didalamnya, salah satu contoh bisa kita lihat dikabupaten Tulang Bawang, tugu burung dipersimpangan terminal mengggala dan megahnya kantor bupati seakan nenggambarkan kondisi diwilayah kabupaten, nampak gagah patung burungnya dan nampak megah gedung bupatinya,tapi beda dengan kondisi yang sebenarnya.(25/11/2025)
Pemandangan diatas tadi jauh dengan keadaan yang ada dikecamatan, pembangunan didesa atau kecamatan tak sebanding dengan kemegahan lambang di kabupaten, salah satunya kondisi badan jalan yang sulit dilalui oleh semua kendaraan, roda dua maupun roda empat, kondisi ini dirasakan oleh warga di kecamatan Rawapitu yang merupakan salah satu lumbung pangan Nasional.
Jalan poros di desa Batanghari kecamatan Rawapitu milik kabupaten ini hancur, mirip dengan kubangan babi dan bisa jadi lebih parah dari itu, jalan berlumpur hingga kedalaman mencapai 50 senti dan bahkan lebih, karena kendaraan roda 4 tidak dapat melintas,sedangankan kendaraan sepeda motor saja terjebak serta tak jarang yang kecelakaan ditengah-tengah lumpur badan jalan. Hal ini dirasakan oleh Tarmizi.
“Susah pak, tidak bisa lewat kami kalau tidak ditarik traktor ini, ini jalan satu-satunya menuju dirawapitu, tapi sama sekali tidak ada perhatian pemerintah, ini jalan menuju lumbung pangan dan sudah tak terhitung padi yang dihasilkan dari kecamatan ini, tapi tak ada kepedulian pemerintah daerah maupun pusat, jalan ini dari puluhan tahun tak mendapat perhatian dari mereka, bupati dan dpr tidak berpernah berpikir buat kami kecuali dirinya sendiri”. Tegas Tarmizi
“Bupatine turu pak, dadi ga weroh kondisi kami dirawapitu, nyesel aku nyoblos ga enek guna ne sama sekali dan tidak sesuai harapan, jangan berharap kedepannya kami memilih dewan maupun bupati atau pejabat lain kalau kami susah seperti ini, mereka enak habis di pilih terus duduk dikursi empuk, la kami gimana,selesai nyoblos tinggal menunggu kesulitan yang sama atau malah semakin parah karena jalan ini.” Ungkap kekesalan Yudi pada pemerintah. (Mus)