Kenaikan Harga BBM Berimbas Pembengkakan Biaya Operasional Anak Sekolah

Spread the love

Bintangsatu.com,-Mesuji. Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pekan lalu ternyata juga berimbas pada pembengkakan biaya operasional anak sekolah, imbas kenaikan BBM dirasakan oleh sejumlah masyarakat / wali murid, karena setiap hari selain hari libur harus mengeluarkan uang wajib untuk membeli minyak kendaraannya, dikarenakan jarak tempuh perjalanan dari rumah ke sekolahannya cukup jauh. Senin, 12/09/22.

Sangat miris sekali imbas dari Naiknya harga BBM bersubsidi berdampak pada semua aspek ekonomi khususnya masyarakat pedesaan. Dan berdampak luas kepada sendi-sendi kehidupan masyarakat, apalagi BBM jenis Pertalite bisa dibilang kebutuhan vital masyarakat.

Ungkap salah satu masyarakat / wali murid SMP bernama Tarno (48), ia berharap kenaikan ini dapat kembali diturunkan.
“Kalau bisa BBM bersubsidi jangan dinaikkan, karena dampaknya benar-benar terasa, setiap pagi anak kami berangkat sekolah kami harus mengeluarkan uang untuk mengisi minyak kendaraan”. ujar wali murid ini

“Sekarang saja harga minyak di kios pengecer yang tadinya harga BBM pertalite Rp10 ribu naik jadi Rp14 ribu per liter. Padahal BBM bersubsidi itu sangat penting bagi kami yang punya anak sekolah, tambah lagi jarak tempuh perjalanan cukup jauh dari tempat sekolahnya”. Imbuh Tarno kepada awak media bintangsatu.com,

‘Sementara dari sejak Pandemik Covid -19 sampai sekarang pendapatan masyarakat belum stabil untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Mulai dari anak sekolah, jatah bulanan istri, dan malah ditambah lagi kena imbas harga BBM naik, yang jelas masyarakat menangis bathin dengan adanya kenaikan BBM bersubsidi tersebut.

Ibarat kata, hidup enggan – matipun segan, karena biaya operasional hidup semakin suram, terkena imbas dari kenaikan harga BBM bersubsidi. Bagaimana nasib masyarajat dengan pembengkakan biaya hidup dan operasional anak-anak mereka yang duduk dibangku sekolah, disetiap harinya butuh dana untuk mengisi kendaraannya buat berangkat ke sekolah.

“Tolonglah pemerintah yang terkait, perhatikan nasib kami, beban kami cukup berat kami hidup di pedesaan jauh dari Pertamina”. ucapnya menanggapi kenaikan harga BBM Bersubsidi. (Edi.)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *