
BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Setelah beberapa hari berhenti aktifitas pembangunan, tampak beberapa pekerja mulai melakukan aktifitasnya, para pekerja itu terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan kegiatan pemasangan batu kali di proyek, proyek yang belum diketahui asal usulnya atau siluman ini diduga sebagai tempat ajang Korupsi. (30/11/2024)
Pemasangan gorong-gorong box cuvert di tanjakan cakat,desa Cakat Raya, kecamatan Memggala Timur ini menjadi sorotan publik, namun tidak menjadi sorotan bagi Aparat Penegak Hukum (APH) . Sehingga di indikasi adanya pembiaran oleh penegak hukum itu sendiri. Salah satu tokoh masyarakat Ridwan (49) mengatakan bahwa pekerjaan sudah dimulai kembali namun kelengkapan perusahaan dan pekerja tidak ada.
“Beberapa hari ini pekerjaan gorong-gorong box cuvert ini mulai berjalan namun semakin Mak jelas proyeknya mas, karena sampai hari ini, belum ada pemasangan papan impormasi jenis pekerjaan dan anggaran dari mana, mas nya bisa lihat sendiri, para pekerja pun bekerja seolah-olah bekerja di areal rumah pribadi, sedangkan ini milik proyek”. Cetusnya dilokasi pengerjaan.
Informasi terkait adanya proyek dari pemerintah daerah kabupaten Tulang Bawang dari dinas PUPR masyarakat tidak satupun yang mengetahui adanya proyek tersebut. Hal ini di ungkapkan oleh Ridwan saat melihat proses pembangunan pemasangan Box Cuvert. Warga sekitar berharap seluruh pekerja warga sekitar dan bukan dari luar daerah, karena masyarakat sekitar pun perlu sebuah pekerjaan sebagai lapangan kerja.
Saat hendak di konfirmasi terkait pembangunan tersebut, pihak proyek enggan memberikan komentar, Ahmad selaku warga sekitar pun menyaksikan jalannya pembangunan. “Lihat dalam mereka memasang batu belah,tidak menggunakan alat mesin molen untuk mengaduk,tapi mereka menggunakan secara manual, bagaimana mana bisa mendapatkan kualitas beton yang baik sesuai dengan aturan pekerjaan di setiap proyek, karena saya sedikit juga punya pengalaman dalam pekerjaan proyek,ini konsultan nya seolah tutup mata dalam pekerjaan ini,” tegas Ahmad (Syapei)