Polisi Kejar Pelaku Penganiayaan Berat Di Dalam Kamar Bordil

Spread the love

Bintangsatu.com,-Tulang Bawang Barat. Pasca peristiwa penganiayaan terhadap seorang paruh baya di dalam kamar sewaan lokasisasi,polisi berhasil mengetahui pelaku penusukan terhadap korban,menurut polisi motif tersebut dilatar belakang api cemburu pelaku terhadap korban.

Peristiwa penusukan di dalam kamar sewaan milik JR yang merupakan tempat portitusi tersebut berada di desa Candra Mukti,kecamatan Tulang Bawang Tengah menjadi tempat tragis dalam insiden mengenaskan tersebut.

Menurut kasat reskrim polres Tulang Bawang Barat Akp Dailami, CH., S. H menjelaskan motip penusukan terhadap korban berinisial LY (52) warga desa Gunung Katun Tanjungan, kecamatan Tulang Bawang Udik oleh seorang pelaku berinisial SY (32) warga desa Sumber Rejo,kecamatan Tumijajar.

Korban mengalami 3 luka tusuk ditubuhnya yang dilakukan pelaku di dalam kamar saat usai berkencan dengan seorang wanita pekerja seks komersil (PSK) berinisial YN (35) warga desa Bandar Agung, kecamatan Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah.

Hal tersebut nekat di lakukan oleh SY lantaran cemburu terhadap YN yang di duga sebagai istri siri pelaku telah menerima laki-laki di dalam kamar rumah bordil untuk kencan, SY menganiaya LY didalam kamar usai berkencan dengan YN pada pukul 21.00 wib.

Pelaku yang sengaja datang menemui keduanya dengan membawa senjata tajam, pelaku mengetuk pintu kemudian setelah pintu terbuka pelaku langsung menghunuskan senjata tajam ke arah korban sebanyak 3 kali, akibatnya korban mengalami luka sayat di lengan kanan, perut dam leher, sementara wanita siri nya pun akan turut di habisi namun gagal setelah YN meminta agar ia tidak di luka lantaran tidak ada yang menghidupi anak-anaknya. Usai menganiaya korban pelaku langsung melarikan diri.

“Perbuatan tersangka ini dilatar belakangi dengan api cemburu,melihat istri sirinya kencan dengan orang lain dan akhirnya pelaku membabi buta dan mengakibatkan korban bersimbah darah dengan 3 luka senjata tajam ditubuhnya, saat ini kami sedang memburu pelaku”. Jelas kasat reskrim

YN saat ini berharap agar kepolisian tidak menempatkan dirinya di kamar dekat TKP lantaran ia khawatir jika pelaku kembali mencari dirinya atau keluarganya, ia merasa jiwa dan keluarganya terancam oleh pelaku.

“Saya takut di sini, kalau bisa saya di carikan tempat lain yang aman, karena saya takut kalau pelaku kesini mencari saya atau mencari anak saya, saya minta pak polisi bisa mencarikan tempat untuk saya yang lebih nyaman”. Harapnya dengan rasa khawatir. (Red)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *