
Gabah dari petani di kecamatan Rawajitu Selatan
BintangSatu.com,- Tulang Bawang. Pribahasa di judul menggambarkan situasi para petani padi di kabupaten Tulang Bawang saat ini dan saat-saat sebelumnya, hal tersebut sangat melekat bagi petani padi di kecamatan Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur yang merasakan modal tanam lebih tinggi, ketika panen harga gabah lebih murah. (18/5/2024)
Harga gabah saat ini perkilo Gabah Kering Panen (GKP)di ambil tengkulak dari petani 5300 rupiah, sementara kenaikan ini baru 15 hari lalu yang sebelumnya 4500 rupiah perkilo gram, meski naik harga GKP ini tetap tidak mencukupi modal tanam di musim saat ini lantaran angin kencang menjadi kendala robohnya batang padi sehingga merusak padi dan merubah warna gabah ataupun beras saat di giling.
Hal ini di sampaikan oleh Badrudin selaku Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kecamatan Rawajitu Selatan, bahwa kendala saat ini yang sedang di alami oleh para petani sawah adalah angin dan hujan, lantaran batang padi roboh sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikat batang padi agar kembali berdiri.
“Biaya tanam dan perawatan saat ini bagi petani bertambah, selain modal utama sebesar 8 juta perhektar,juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikat batang padi yang roboh akibat angin dan hujan, biasanya 8 juta sudah cukup dan akibat musibah tersebut biaya tambahan bisa 1 juta”, ujar Badrudin
“Ini yang lahan sendiri, kalau lahan sawah dapat dari sewa maka di tambah biaya sewa lahan perhektar 15 juta, kemudian kalau harga gabah turun maka akan terasa sakitnya para petani, karena satu hektar normal itu mendapat dana 30 juta, namun jika tidak normal hanya kisaran 20 juta, maka jika harga gabah turun pasti petani teriak, kami berharap pemerintah dapat menyetandarkan harga beli sehingga petani dapat merasakan kemakmurannya”. Imbuh Badrudin.
Para petani sawah yang berada di kecamatan Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur berharap kepada pemerintah agar harga jual gabah dapat stabil sehingga petani padi dapat merasakan keuntungan dari hasil bertani, saat ini di 2 kecamatan tersebut sedang mengalami musim panen. (Red)