SDN 2 Keluhkan Sepinya Pendaftar Siswa Baru, Lantaran Masih Ada Oknum Guru Yang Bersikap Arogan

Spread the love

Poto: SDN 2 Dwi Warga Tunggal Jaya

BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Dwi Warga Tunggal Jaya, kecamatan Banjar Agung mengeluhkan minimnya peminat orang tua mensekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut, para orang tua masih trauma dengan oknum guru yang bersifat arogan terhadap para murid. (12/6/2024)

Hingga saat ini pendaftar siswa baru belum sesuai harapan pihak sekolah, kepala sekolah dasar Negeri 2 ini belum mengetahui secara pasti apa penyebab berkurangnya minat orang tua mensekolahkan anak-anak mereka ke SDN 2 Dwi Warga Tunggal Jaya tersebut.

“Hingga saat ini kami belum maksimal mendapat siswa baru tahun ajaran 2024/2025, sampai saat ini masih sepi jika di bandingkan pada tahun sebelumnya yang sudah full , memang pendaftaran dibuka baru tanggal 18 juni namun biasanya sudah ramai, kami juga bingung apakah ini karena oknum guru kami atau bagaimana, kalau guru kami sudah kami laporkan ke dinas dan katanya mau di mutasi namun hingga saat ini belum ada tindakan,kalau tidak ada tindakan ia wajar jika kami tidak mendapat siswa baru”. Jelas Farida selaku kepala sekolah.

Ketakutan para orang tua yang juga wali murid membuat sejumlah anak-anak di daftarkan di sekolah lain dan sebagian memindahkan anak mereka ke sekolah lain, Hal tersebut di benarkan oleh Riyanto,salah satu wali murid SDN 2 yang juga anaknya pernah mengalami intimidasi dari oknum guru di sekolah. Riyanto pernah mendatangi sekolah dan meminta oknum guru untuk di pindahkan.

“Kami wali murid sangat mengeluhkan kondisi citra.sekolah yang di rusak oleh oknum guru, waktu itu dari dinas sudah datang dan mendapat data lengkap namun hingga saat ini guru itu masih, kalau masih ngajar ia anak saya mau tak pindahkan saja dari pada trauma berkepanjangan, sepertinya ada permainan antaran oknum dan dinas terkait”. Ujar Riyanto

Menurut wali murid yang anak mereka masih bertahan, maka mereka akan menggelar aksi damai menuntut oknum guru di pindah, agar anak-anak mereka konsentrasi belajar dan tidak mendapat ancaman trauma, para wali murid memastikan bahwa dinas lebih memilih satu oknum guru dari pada puluhan siswa terancam psikologisnya. (Red)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *