Tumpukan Batu Matrial Di Taman Cakat Raya Tidak Jelas Milik Siapa?

Spread the love

BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Program pemerintah dalam pemerataan pembangunan memang menjadi harapan masyarakat seutuhnya, namun program tersebut harus jelas penggunaan dan penganggarannya agar masyarakat mengetahui sumber dana serta jumlah dana yang di pergunakan, tidak seperti yang sat ini terlihat di tanjakan taman cakat, selasa (5/11/2024)

Di sisi tanjakan jalan cakat, desa Cakat Raya, kecamatan Menggala Timur nampak bagaikan harta tanpa tuan, lantaran tumpukan batu matrial ini tidak ada yang mengetahui kegunaannya untuk pembangunan dalam bidang apa, sehingga masyarakat sekitar mempertanyakan tumpukan batu matrial yang tidak jelas.

Ahmad (52) warga desa Cakat Raya, mempertanyakan posisi adanya penumpukan batu belah yang berada di sisi tanjakan jalan lintas timur Cakat Raya,karena tak satupun aktifitas yang melakukan pengerjaan di lokasi penumpukan batu tersebut,bahkan terkesan hanya di letakan begitu saja dan diduga untuk menutupi rencana lain.

“Penumpukan material batu belah ini sudah sekitar satu minggu yang lalu,tapi hingga saat ini kami tidak tahu itu jenis pekerjaan apa dan anggaran dari mana, kami senang di sini ada pembangunan lagi namun harus jelas tujuannya, apalagi di area ini sangat rawan kecelakaan mobil terbalik, jadi ini pembangunan apa?”. Harap Ahmad mendapat penjelasan.

Sementara kepala desa Cakat Raya, Bambang Sumantri,ia menjelaskan bahwa pernah ada yang menemuinya untuk meminta izin melakukan pembangunan di lokasi tersebut, namun hingga saat ini belum ada keterangan lanjut dan di mulai kapan serta sampai kapan.

“Dulu sudah ada rombongan yang menemui saya untuk minta izin melakuian pekerjaan pemasangan box cuvert di tanjakan cakat raya, tapi sampai sekarang belum ada yang kerja, kalau kami sangat mengizinkan jika tujuannya untuk pembangunan dan kemajuan desa kami,apalagi ini lokasi taman juga lokasi rawan kecelakaan”. Ungkap Bambang.

Pantauan di lokasi taman cakat raya ada 2 kegiatan pembangunan dengan menelan biaya yang sangat fantastis hingga miliaran rupiah, paket pertama pembangunan kawasan taman cakat nyenyek dengan nilai kontrak sebesar 2.141.294.747.45 miliar, kegiatan penataan bangunan dan lingkungan, tanggal kontrak 2 oktober 2024 dengan waktu pelaksanaan 85 hari.

Sedangkan paket ke dua sebesar 450 juta untuk pembangunan rumah adat yang saat ini dalam proses pengerjaan, sumber dana yang di peruntukan tidak ada kejelasannya. Hal ini membuat kepala desa dan masyarakat mempertanyakan program pembangunan tersebut. (Syape’i)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *