
Poto : Gambar Pelaku di giring polisi usai ditangkap
BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Perkara pembunuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi pada bulan juni 2025 lalu membuat masyarakat banyak yang geram dan emosi, selain emosi terhadap aksi pelaku yang tega terhadap korban RAZ, ada juga yang emosi terhadap polisi yang lama menangkap pelaku kejahatan terhadap anak, namun di sini kami akan menguraikan sedikit apa yang kami dapat dari keterangan pelaku juga keterangan polisi (22/7/2025)
Berawal hilangnya seorang bocah perempuan berusia 10 tahun pada tanggal 22 juni lalu, saat korban sedang mandi bersama adiknya pada pukul 09.00 wib, namun hingga sore hari korban tak kunjung pulang, setelah dilakukan pencarian korban oleh keluarga dan tetangga yang tinggal diarea komplek bedeng karyawan di KM 37 perkebunan tebu milik Indolampung Perkasa itu yang pada akhirnya korban di temukan di dalam kamar bedeng milik salah satu buruh berinisial MY.
Korban RAZ tersebut ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, hasil dari identifikasi, korban meninggal akibat beberapa hal, ditubuh korban ada bercak darah yang diduga korban di bunuh, selain itu dari kemaluan korban juga terdapat darah serta mulut mengeluarkan busa, dari hasil identifikasi akhirnya korban dibawa ke Rs Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
Hasil wawancara eklusif jurnalis bintangsatu.com dengan MY, akhirnya mengetahui sedikit penyebab kematian korban di dalam kamar bedeng milik karyawan tersebut, menurut keterangan MY bahwa dipagi itu saat korban usai mandi dipanggil oleh MY untuk masuk kedalam rumahnya,kemudian korban disuguhi makanan gorengan yang sudah 4 harian lamanya, sehingga kondisi makanan tersebut sudah menjamur.
Posisi korban saat makan dalam keadaan jongkok dengan tubuh terbalut kain, setelah makan gorengan korban tersungkur dan mengeluarkan busa dari mulutnya, melihat kondisi demikian pelaku panik dan berusaha membopongnya, saat membopong itulah pelaku melihat kemaluan korban, seketika korban menyalurkan hasratnya saat korban sekarat, tidak sampai di situ, saat korban tertelengkup pelaku nekad menyodomi korban, usai melakukan aksi bejatnya pelaku langsung meninggalkan korban di kamarnya dengan keadaan sudah meninggal.
Pelaku kemudian membawa sepeda motor ke warung untuk mencari bbm dan rokok, lalu pelaku dalam keadaan panik menuju ke dermaga penyeberangan,sesampai di sana ia membuang sisa makanan yang dimakan korban, tak lama kemudian pelaku menyeberang dengan cara mengendarai ponton, setelah menyandar ia menuju ke rumah warga untuk menumpang bermalam, pada pagi harinya ia pergi kehutan untuk bersembunyi, saat bersembunyi pelaku menyimpan sepeda motornya ditempat lain, namun saat pelaku hendak mengambil motor ternyata motornya sudah raib.
“Setelah saya bermalam di rumah warga, lalu saya menuju ke simpang randu dengan berjalan kaki pada malam hari,dimana saya mengantuk ia disitu saya tidur, bahkan saya selalu mengalami ketakutan dan kesulitan cari air minum dan makan, sesampai di simpang randu lalu saya menumpang mobil tangki arah ke menggala hingga turun si cakat raya, saya ga duduk di dalam mobil namun saya menggelantung di mobil pak,karena saya dikira orang gila sama sopirnya”, Jelas MY
“Saya minep di bawah jembatan cakat itu satu minggu lebih (Jarak dengan polres Tulang Bawang 1 KM),makan sehari-hari ikan seluang atau ikan kecil dibawah jembatan,setelah lama disitu saya kemudian jalan lagi lewat depan kantor polisi menuju mesuji pada malam hari, saya waktu ditangkap mau lari l pak tapi sudah tidak bisa lagi, saya salah pak dan saya siap dipenjara”. Imbuhnya MY
Keterangan Polisi kasat reskrim polres Tulang Bawang Akp Noviarif Kurniawan,terkait penyelidikan hingga penangkapan terhadap pelaku.
“Alhamdulillah pelaku pembunuhan yang disertai pemerkosaan di bedeng karyawan KM 37 PT Indolampung sudah kami tangkap berkat ke uletan anggota kami, penangkapan tersebut didapat informasi dari warga yang peduli, pelaku kami berikan tindakan tegas dan terukur”, jelas Noviarif
“Pengejaran terhadap pelaku ini kami lakukan sejak peristiwa terjadi, setiap tempat yang kami curigai selalu kami sisir, baik di hutan, sungai atau area perumahan, baik di lampung tengah, Tulangbawang,way kanan dan bahkan hari ini anggota kami mau ke Jambi, upaya kami siang malam tidak kurang-kurang mengejar pelaku, karena pelaku ini tidak memiliki alat komunikasi sehingga tidak ada interaksi dengan keluarga atau kerabat dekat, di sini penyelidikan kami terbatas, karena kami mencari dengan cara manual”, Ungkap Kasat
“Alhamdulillah, genap satu bulan akhirnya pelaku berhasil kami tangkap berkat bantuan masyarakat, pelaku kami tangkap saat masih bekerja di area perkebunan tebu di kecamatan Mesuji Timur, saat kami tangkap pelaku berusaha melarikan diri dan melawan, terpaksa anggota kami mengambil tindakan tegas dan terukur, kaki pelaku mengalami luka tembak bagian paha kanan dan betis kiri, upaya kami alhamdulillah membuahkan hasil setelah satu bulan penuh”. Imbuh Noviarif pada bintangsatu.com (Mus)