
Bintangsatu.com,- Tulang Bawang. Setelah merenggut satu orang korban akibat nyamuk aedes aegyfti, puskesmas Penawar Jaya melakukan pemogingan di wilayah penyebaran nyamuk demam berdarah. Tim kesehatan puskesmas bersama pamong desa setempat bergotong royong dan memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar agar peduli dengan lingkungan. (23/4/2024)
Pemogingan ini di pusatkan pada titik area wabah demam berdarah yang menyebabkan satu pasien meninggal, menurut koordinator pemogingan Suparman, dari puskesmas Penawar Jaya menjelaskan bahwa poging ini baru dilaksanakan karena kurangnya alat poging yang di gunakan.
“Pemogingan baru kami laksanakan hari ini karena alat kami terbatas, selain itu kami harus pinjam dulu ke puskesmas lain agar bisa melaksanakan kegiatan ini, keterbatasan inilah yang membuat kami tidak segera melakukan poging pasca meninggalnya pasien Demam Berdarah Dengue, sementara data yang masuk ke kami selama ini sudah 25 pasien yang masuk data kami”, Jelasnya
“Sementara hanya titik tertentu yang terpapar DBD yang kami poging dan sekitar sepuluh rumah yang ada di sekitar sini, harapan kami wabah ini segera usai serta tidak lagi menelan jiwa, harapan kami masyarakat dapat kerja sama dengan baik untuk menjaga lingkungan”. Imbuhnya
Sementara menurut Hardi (52) orang tua almarhumah Azalea Alika (9) korban meninggal akibat serangan wabah demam berdarah saat ini, ia menjelaskan bahwa putrinya meninggal setelah diketahui terserang demam berdarah, kemudian dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
“Sebetulnya panasnya itu sudah lima hari terus tak bawa ke puskes tapi puskes libur, lalu ketemu yang jaga bu Lamsihar bersedia merawat di rumah nya, setelah kelihatan sehat saya bawa pulang, namun pagi nya itu di lengan kanan ada bintik-bintik merah langsung saya bawa ke rumah sakit Mutiara Bunda langsung di tangani tapi ya ternyata masih sulit dan akhirnya meninggal”, Jelas Hardi
Hardi menambahkan bahwa pihak kesehatan kurang cepat untuk melakukan penanganan dan sejak putrinya meninggal 10 hari lalu baru hari ini di laksanakan poging. Hardi menyadari bahwa pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi lagi hal serupa pada keluarganya maupun orang lain. (Ibram/Damiri)