
Bintangsatu.com,- Tulang Bawang. Masyarakat Kampung Warga Makmur Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, mengaku geram realisasi anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023 dan 2024 bidang fisik senilai Rp134 juta pembangunan jalan onderlagh dan drainase diduga dikorupsi.
Mereka menilai, pembangunan jalan onderlagh sepanjang 270 meter di RK 1 senilai Rp86.702.000 tidak dilaksanakan dengan baik, kurang pengawasan sehingga menimbulkan kerugian negara dan merugikan masyarakat.
Berdasarkan data, estimasi rincian jalan onderlagh sebesar Rp86 juta itu hanya menyerap kurang lebih batu sebanyak 17 rit atau mobil, pasir 12 rit atau mobil, upah pecah batu Rp200 ribu per mobil, upah pasang batu Rp15 ribu per meter kemudian upah menghampar pasir Rp5 ribu per meter.
Proyek drainase Rp47 juta panjang 105 meter, mereka menggunakan material kurang lebihnya batu sebanyak 8 rit atau mobil, pasir 3 rit atau mobil, upah pekerja Rp8 juta, jumlah pekerja 5 orang, upah Rp130ribu per hari dan waktu pekerjaan kurang lebih 7 hari.
“Silahkan dihitung sendiri, dikalkulasi sendiri. Apakah anggarannya sisa banyak atau kurang. Bila sisa dikemanakan. Sisanya untuk apa dan untuk siapa,”ujar Aliyanto, salah satu penggiat Pemantau Pembangunan Daerah Tulang Bawang.
Selain proyek jalan onderlagh yang diduga dikorupsi, bangunan drainase Rp47.885.600 juga dikerjakan secara asal asalan. Pengawasan tidak hanya pada proses pekerjaannya, penggunaan anggarannya juga harus diawasi.
“Korupsi itu ada banyak jenisnya. Korupsi waktu, korupsi tenaga dan korupsi dalam bentuk uang. Jadi tinggal dilihat saja, ini jenis korupsi yang mana, masyarakat bisa menilai dan melihatnya,”tegasnya.
Untuk itulah, pihak yang berwenang harus segera turun lapangan, tidak perlu menunggu laporan, karena sudah viral dan menjadi konsumsi publik. Anggaran negara wajib dikelola dengan baik dan benar sesuai regulasi. (Red)