
Bintangsatu.com,-Tulang Bawang. Kemarau terus terjadi secara berkepanjangan, sehingga menyebabkan berbagai tanaman punah, hal ini disebabkan kekurangan air yang di butuhkan oleh tanaman.
Akibat kekurangan air, tanaman mati dan bahkan para petani sayuran mengalami kerugian, akibat gagal panen yang mengancam mereka. Salah satunya petani cabai, kendati harga mahal namun hasil panen menurun dan tidak seimbang dengan modal.
Jajang (49), salah satu petani cabai di kecamatan Banjar Margo, ia mengeluhkan tanaman cabai miliknya kekurangan air sehingga panen yang dihasilkan tidak makaimal.
“Kurang air tanaman ini, sejak musim kemarau ini meski kita siram, tapi air tidak maksimal dan hasilnya juga jauh dari harapan, meski sekarang harga perkilo 30 ribu di beli tengkulak, namun tetap saja habis dibiaya perawatan”. Ujarnya.
Sementara Siti Maryam (45), pedagang cabai dipasar modern unit 2 Banjar Agung keluhkan sulitnya mendapat cabai merah dan rawit, karena tanaman tersebut langka akibat kemarau dan membuat harga mahal.
“Sudah 4 hari cabai merah sulit dan tidak ada, harganya juga sekarang bisa tembus 70 ribu, karena langkanya cabai dari petani yang banyak gagal panen”. Ungkap Siti
Kelangkaan ini terjadi sejak memasuki musim kemarau. Lantaran petani mengalami gagal panen akibat kekurangan air. Biasanya pasokan cabai dari pulau jawa dan sumatera lanvarsaat sebelum masa kemarau, namun saat ini mulai surut dan jarang masuk. (Ibram)