Pamit Cari Kangkung, Kakek Ditemukan Tak Bernyawa

Spread the love

Bintangsatu.com,-Tulang Bawang. Pamit dengan keluarga hendak mencari kangkung di sungai, kakek tidak kunjung pulang dan dikabarkan hilang, akhinya keluarga di bantu warga melakukan pencarian hingga larut malam, namun sang kakek tidak ditemukan juga. Korban yang kesehariannya sebagai petani ini sudah biasa dengan aktifitasnya mencari kangkung yang tumbuh di aliran sungai.

Korban merupakan seorang kakek yang diketahui bernama Mn (84) warga desa Tridarma Wirajaya Kecamatan Banjar Agung yang kesehariannya sebagai petani juga menambah pendapatannya dengan mencari kangkung, korban juga sebagai penjual sayuran ke pasar kampung Tridarma.

Menurut Dd (50) anak korban, orang tuanya di duga hilang akibat tenggelam dan terseret derasnya air yang sedang dalam keadaan banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Korban tenggelam di saat hendak mencari kangkung ditepi sungai pidada di Kampung Trimulya Jaya.

Dadang menceritakan sang kakek sebelum peristiwa menimpanya, pada Minggu pagi (21/1/2024) sekira pukul 08.00 wib, korban berpamitan hendak mencari kangkung ditepi sungai pidada untuk dijual ke pasar kampung setempat. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung pulang .Disaat yang sama keluarga juga mendapat kabar dari warga Trimulya Jaya yang kebetulan berpapasan dengan korban saat hendak menyebrang sungai,

Keluarga dibantu warga melakukan pencarian terhadap kakek Mn, setiba di tepi sungai yang terakhir korban di ketahui keluarga dan warga hanya mendapati sepeda motor korban yang masih berada di tepi sungai. Akhirnya warga Trimulya dan keluarga berinisiatip melakukan pencarian terhadap kakek Mn sepanjang sungai hingga tengah malam.

“Pagi kemarin bapak pamitan mau cari kangkung kesungai, memang aktifitas bapak keseharian pulang dari kebun langsung kesungai cari kangkung untuk di jual kepasar, tapi saat waktu sudah sore bapak tidak juga pulang dan akhirnya kami sama keluarga mencari bapak kesungai, disana kami menemukan sepeda motor yang masih terparkir namun bapak tidak ada”. Jelas Dd.

Warga lain pun menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pencarian hingga larut malam namun di hentikan, karena kondisi gelap dan berbahaya. Mempertimbangkan  keselamatan warga dikarenakan sungai tersebut dihuni buaya liar, maka pencarian malam itu dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya.

Senin pagi (22/1/2024) pukul 08.30 wib, Mujiono yang ikut melakukan pencarian menemukan korban mengambang di sela-sela enceng gondok sekitar 100 meter dari lokasi motor korban berada, penemuan korban kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Kampung Tridarma Wirajaya Aiptu Miftahul Fahmi yang kemudian menghubungi team medis guna memastikan penyebab kematian korban.

“Pencarian kami lanjutkan pagi tadi dan saat kami bersama warga mencari tiba-tiba terlihat sesosok tubuh yang tertutup rumput sungai, kemudian kami lihat dan sisihkan rumput tersebut baru terlihat jelas bahwa sesosok tersebut ternyata kakek Mn, saya langsung menghubungi pamong dan polisi untuk mengevakuasi kakek”. Jelasnya

Korban kemudian dibawa kerumah duka dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan polisi terhadap tubuh korban, setelah diadakan pemeriksaan ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Korban dinyatakan meninggal akibat tenggelam serta pihak keluarga menolak di adakan visum terhadap korban. (Damiri)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *