
Poto : Kondisi Jalan Kecamatan Rawapitu
BintangSatu.Com,- Tulang Bawang. Jalan provinsi yang berada di kecamatan Rawapitu kondisinya sangat memperihatinkan, lubang pada badan jalan berlumpur dan digenangi air, kerusakan tersebut menjadi kendala masyarakat petani padi untuk mengeluarkan hasil panen mereka, masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah , selain itu kendaraan yang melintas harus extra hati-hati, pemandangan tersebut terpantau pada minggu sore. (11/5/2025)
Jalan sepanjang 5 kilo meter milik provinsi Lampung ini mengalami kerusakan sejak belasan tahun lalu, kerusakan diperparah saat musim penghujan saat ini, selain itu kendaraan yang lalulalang mengangkut padi hasil panen, lantaran jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan di 2 kecamatan, Rawapitu dan Penawar Aji. Namun bisa juga menuju kecamatan Rawajitu Selatan.
Suwanto (42) mengungkapkan sulitnya saat mengeluarkan hasil panen padi dari sawah, kerusakan jalan tersebut dianggap sebagai kendala petani saat membawa gabah mereka. “Susah jalan sini mas, rusak semua jalan-jalan lainnya, ini masih lebih baik, kalau ini saja sudah lebih baik, bagaimana jalan selain ini, saya berharap kepada pemerintah daerah atau dinas terkait untuk memperbaiki jalan kami ini, agar kami mudah untuk membawa gabah hasil panen”. Harapnya
Pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari di jalan milik provinsi pun mengamini yang di utarakan pengendara lainnya, Suwardi (51), warga keceamatan Rawapitu ini setiap hari melintasi jalan tersebut dan ia keluhkan kondisi badan jalan yang semakin parah kerusakannya sehingga menghambat jarak tempuh tujuan.
“Mau ganti Bupati atau ganti Gubernur juga ga pengaruh mas, meski ini bukan jalan kabupaten ia sebagai kepala daerah laporkan atau sambut bola anggaran di pusat untuk memperbaiki, setidaknya ikut menyampaikan kondisi jalan kami, bukan mau hasil baik tapi petaninya kesulitan untuk beraktifitas, apalagi gubernur baru katanya berlatar belakang kontraktor keluarganya, harusnya lebih peduli dan bisa, maaf mas ini keluhan kami sebagai masyarakat”. Ucapnya kesal. (Mus)