Tanggapan Pihak SPPG Distribusikan Roti Tumbuh Jamur

Spread the love

Poto : Roti yang susah timbul jamur di distribusikan ke Murid

BintangSatu.Com,- Tulang Bawang Barat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunas Jaya,kecamatan Gunung Agung, Tulang Bawang Barat nyaris menjadikan penerima manfaat keracunan masal yang ditimbulkan akibat kelalaian pihak SPPG,roti yang bagikan sudah tumbuh jamur dan isi dalam roti mulai basi. (3/3/2026)

SPPG yang memiliki penerima manfaat sebanyak 3900 ini nyaris menimbulkan Kejadian Menonjol (KM) dengan dibagikannya roti yang sudah kadaluarsa, kondisi roti merek BANGEK produksi TUBABA ini diterima oleh penerima manfaat dalam keadaan berjamur berwarna biru, beruntung para wali murid dan dewan guru teliti.

Kelalaian tersebut dianggap tidak serius oleh pihak mitra, sehingga kejadian kelalaian dianggap biasa, padahal tujuan Presiden Republik Indonesia Jendral TNI (Purn) Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar anak bangsa menjadi cerdas dengan suplay protein dan gizi yang berimbang, bukan membunuh.

Asisten Lapangan (Aslap) Heru Tri Andoko, saat ditemui wartawan diruang rapat SPPG dibawah naungan Yayasan Al Ghozi Jaya Nusantara, mengatakan bahwa masalah tersebut sudah selesai, ia diminta oleh Mitra jika ada siapapun untuk mengkonfirmasi insiden roti berjamur yang di distribusikan ke penerima manfaan agar pasang badan atau abaikan saja.

“Saya selaku asisten lapangan tidak bisa berbuat banyak untuk menjawab pertanyaan wartawan, cuma pesan dari bu Mamik.
sebagai mitra agar pasang badan saja atau abaikan,namun jika dilapangan kami yang mengalami kesulitan karena berhadapan langsung dengan banyak orang, itu pesan dari bu mamik terkait roti kemarin, namun semua roti sudah kami tarik lagi dari sekolah yang ada”. Jelas Heru selaku Aslap.

Sementara pada bulan februari kemarin, BGN telah menutup puluhan SPPG, penutupan berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB, total 47 kasus tersebut tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I mencatat 5 kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III sebanyak 12 kejadian. (sumber okezone)

Evaluasi tidak hanya menyasar produk makanan, tetapi juga mencakup manajemen dapur, rantai distribusi, hingga prosedur kontrol kualitas di masing-masing SPPG.
Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi.
(Mus)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *