Tol Terpeka Rawan Perampokan, Sopir Box Diikat

Spread the love

Poto : Kondisi korban perampokan pertama ditemukan

BintangSatu.Com,- M e s u j i. Jalan tol trans sumatera jalur A terpeka, terbanggi besar,pematang panggang dan kayu agung kini mulai tidak aman, lantaran seorang sopir mobil box dari arah jakarta menuju palembang menjadi korban perampokan, korban yang sendirian di temukan dalam keadaan terikat dengan lakban, korban ditemukan oleh scurity tol pada minggu pagi. (16/11/2025)

Insiden perampokan yang terjadi di jalan tol trans sumatera bagian terpeka jalur A KM 234 desa Gedung Sri Mulyo, kecamatan Way Serdang menimpa seorang sopir mobil box bernama Soni Ramdhani (35) warga kampung Pondok kaso bermuatan minyak goreng, tujuan palembang dari jakarta. Namun perjalanan korban tak sampai tujuan lantaran ia menjadin korban perampokan.

Kronologis kejadian berawal saat korban berhenti untuk cek rem mobil, tidak lama setelah korban berhenti datang tiga orang tidak dikenal dari arah jembatan. Salah satu dari pelaku menodongkan senjata api berwarna hitam ke arah leher korban. Pada saat itu korban sempat melakukan perlawanan, namun salah satu pelaku lainnya memukul korban sambil berkata, “Sudah, kamu jangan melawan. Kalau melawan kamu mati.”

Kemudian salah satu pelaku meminta korban untuk menyerahkan uang. Karena merasa takut, korban memberikan uang sebesar Rp300.000 yang disimpan di saku celana bagian kiri. Namun para pelaku merasa tidak puas sehingga pelaku melakban kedua tangan korban, menutupi wajah dengan kain, lalu kembali dilakban. Setelah itu, pelaku menarik korban masuk ke dalam kendaraan dan mengikat tubuh korban menggunakan lakban, sementara pelaku lainnya menjarah isi kendaraan sambil berkata, “Dimana cepatan?”

Korban ditemukan oleh security pukul 06.45 WIB yang sedang melakukan pergantian shift , ia melihat kendaraan korban dalam keadaan terparkir dengan kondisi pintu kiri terbuka kemudian melihat korban melambai meminta pertolongan dari dalam dengan kondisi terikat lakban. Petugas security tersebut kemudian melapor kepada petugas PAM Marinir rest area.

Petugas tol dan PAM Marinir bersama-sama mendatangi TKP.
Setibanya di lokasi, petugas langsung membuka lakban yang mengikat korban. Setelah lakban dilepas, korban menyadari bahwa uang tunai kurang lebih sebesar Rp.9.000.000,- dan satu unit telepon genggam merek Vivo A5 yang berada di dalam tas telah hilang. Adapun total keruigian yang dialami oleh korban sebesar Rp. 9.600.000.

Ciri-ciri para pelaku berjumlah 3 orang dengan ciri sebagai berikut ,
Berbadan kecil menggunakan topi berwarna coklat dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam dengan menggunakan celana pendek warna hitam membawa senjata api. Berbadan gemuk menggunakan kain penutup wajah menggunakan baju kaos berwarna hitam menggunakan celana panjang warna hitam, Berbadan pendek menggunakan celana pendek Berwarna hitam menggunakan baju berwarna hitam dengan alis tebal logat bahasa Palembang. (Mus)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *